ARIF RAHMAN HAKIM : KA. PRODI TEKNIK MESIN FT UNRIKA BATAM

Ingin memberi kemanfaatan sebanyak-banyaknya.

Sore itu ketika redaksi Think ! melewati kompleks perumahan Bambu Kuning (atau lebih dikenal dengan Puskopkar) blok A11, terlihat sesosok pria paruh baya sedang  menyapu jalanan di depan  mesjid Darul Ihsan Puskopkar. Setelah dekat, ternyata beliau adalah bapak Arif Rahman Hakim yang merupakan salah satu dosen di Universitas Kepulauan Riau, Batam. Akhirnya redaksi memutuskan untuk meminta waktu beliau berbincang tentang sosok beliau yang dikenal sebagai salah satu dosen yang telah mengajar di UNRIKA semenjak masih berupa Sekolah Tinggi Teknik Batam (STTB). Ternyata beliau dengan senang hati berkenan melayani tim redaksiThink! pada sore hari itu.

Tim redaksi diajak mampir ke rumah beliau di Puskopkar A11 nomor 1, yang berada tepat berdekatan dengan mesjid Darul Ihsan Bambu Kuning. Pembicaraan diawali dengan permohonan maaf beliau karena menerima tim redaksi saat belaiu sedang “bersih-bersih” lingkungan, sehingga menurut beliau penampilannya jadi agak kurang rapi. Tim redaksi justru menjelaskan bahwa kondisi inilah yang sebenarnya diharapkan, yaitu kondisi yang apa adanya, tanpa polesan. Pak Arif mulai menuturkan kisah beliau bisa bergabung dengan STT Batam pada tahun 1997, ketika kondisi fisik STTB masih seperti SD Inpres. Mata kuliah yang pertama diampu oleh pak Arif adalah Kalkulus, Mekanika Teknik dan Teknologi Mekanik. Perjalanan karis beliau di STTB dapat dikatakan cukup baik sehingga pada tahun 2002 – 2005 beliau dipercaya sebagai Pembantu Ketua 1 STTB. Diawal transformasi SSTB menjadi UNRIKA, pak Arif termasuk salah satu yang membidani lahirnya fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, bahkan beliau selama beberapa semester sempat menjadi pengelola FKIP tersebut. Pada tahun 2006, beliau sempat meninggalkan institusi yang telah menjadi wadah pengembangan kelimuan beliau, namun hal ini tak berlangsung lama, kecintaan beliau pada dunia pendidikan membawanya kembali ke UNRIKA pada tahun 2007 sampai dengan sekarang. Saat ini pak Arif dipercaya oleh pihak universitas untuk menjabat sebagai ketua program studi teknik mesin.

Pria kelahiran 2 Juli 1969 di kota Pekanbaru ini, menuturkan bahwa perjalan hidupnya penuh dengan tantangan dan gemblengan yang disikapinya dengan pikiran positif. Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Seruni dan SD Teladan Pekanbaru pada tahun 1976 – 1982, selanjutnya bergabung di SMP Negeri 1 Pekanbaru pada tahun 1982 – 1985, akhirnya pendidikan menegah beliau tamatkan di SMA Negeri 1 Pekanbaru pada tahun 1988. Selanjutnya pak Arif hijrah ke kota “gudeg” Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan beliau di jurusan teknik Mesin Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan meraih sarjana Teknik Mesin pada tahuin 1993.

Tim menggali lebih jauh aktifitas bapak Arif Rahman Hakim ini. Ketika ditanya tentang konsep hidup beliau, dituturkan oleh pria yang suka memakai baju lengan panjang ini, bahwa beliau ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya kepada lingkungan. Oleh karena itu, disamping sebagai pengajar, beliau adalah Ketua Komite sebuah Sekolah Dasar yang ada di komplek perumahannya, disamping itu saat ini beliau diamanahi sebagai ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Batam. Selain aktif di dunia pendidikan, beliau juga aktif di masyarakat selaku ketua RW 01 Kelurahan Bukit Tempayan Kecamatan Batu Aji. Selama perbicangan dengan beliau, tim redaksi senantiasa mendengar kata-kata yang menginspirasi  yang meluncur dari mulut beliau.

Pria asli bersuku melayu ini menikahi seorang wanita berdarah jawa yang dikenalnya ketika masih kuliah di Yogyakarta. Wanita tersebut adalah Mandria Jiwanmukti yang pada saat itu juga sedang menyelesaikan studinya pada jurusan manajemen di Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta. Pernikahan beliau dengan pujaan hatinya dilaksanakan pada tahun 1995 dan beliau menyatakan komitmennya untuk menjaga pernikahan ini sampai ajal menjemput. Pernikahan beliau telah dianugerahi 2 orang putra. Anak pertama beliau adalah Aulia Rizky Hermawan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Batam, dan putra kedua beliau adalah Aditya Rahmat Hermawan yang telah menempuh Ujian Akhir SMP nya di SMP Negeri 3 Batam. Dalam hal mendidik anak, menurut penuturan pak Arif, beliau lebih sekedar menjalani fungsi advisor, navigator, fasilitator dan motivator. Dia meyakini bahwa setiap manusia terlahir dengan kemampuan dan keunggulan masing-masing. Tugas orang tua adalah memberi ruang dan mendorong agar potensi keunggulan yang ada pada anak dapat berkembang optimal. Pak Arif berharap kelak anaknya akan tumbuh menjadi manusia “wajib”, artinya kehadirannya dilingkungannya menjadi suatu keharusan. Lingkungannya merasa bahwa keberadaannya sangat diperlukan. Inilah cita-cita hidup yang ingin dicapai oleh pak Arif dan keluarga, bermanfaat sebanyak-banyaknya. Beliau menginginkan agar kelak ketika waktunya telah tiba, maka kembali kehadapan Sang Pencipta dalam keadaan ridho dan diridoi.

Akhirnya perbincangan sore itu ditutup dengan menyantap hidangan pisang goreng dan teh panas yang disajikan oleh bu Mandria. Sebelum tim redaksi meninggalkan teras rumah beliau yang terkesan asri karena perkarangan rumah beliau ditumbuhi berbagai tanaman, beliau sempat memetik beberapa buah belimbing dan direkikannya kepada tim redaksi. Beliau menuturkan, “lihatlah perkarangan rumah saya, penuh dengan tanaman. Kita harus menjaga kelestarian lingkungan”. Begitu pesan beliau.

1 comment for “ARIF RAHMAN HAKIM : KA. PRODI TEKNIK MESIN FT UNRIKA BATAM

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.